Minggu, 12 Desember 2010

Melihat Indonesia

Sejarah bangsa ini sepertinya tidak pernah lepas dari hal perbudakan.Setelah hampir tiga setengah abad di jajah oleh Belanda dan beberapa tahun oleh jepang bangsa ini pun masih belum juga lepas dari status bangsa budak.cerita-cerita pahit tentang para kuli paksa pada era belanda yang hampir tiap hari meregang nyawa,dan para romusha yang harus terus mengangkat cangkul,palu dan besi untuk membangun rel kereta api sampai tubuh mereka pun tidak bisa untuk dibangunkan lagi.Pada jaman penjajahan,di mata hukum bangsa indonesia merupakan bangsa yang mempunyai status paling bawah,di bawah bangsa belanda,eropa dan cina/timur jauh.

Hal tersebut merupakan kenyataan pahit yang ingin dirubah dan di perjuangkan oleh para pendiri bangsa kita.Mereka ingin melihat bangsa dan rakyat indonesia Merdeka sehingga tidak bisa lagi di perbudak dengan sewenang-wenang oleh bangsa lain.Mereka ingin bangsa kita menjadi bangsa yang mandiri dan setara dengan bangsa-bangsa lainya dan juga menghilangkan jiwa-jiwa inferior dan minder terhadap bangsa lain.

Tetapi jiwa jiwa budak itu masih menggrogoti bangsa indonesia.Jutaan Putra-Putri bangsa di kirim ke luar negri untuk menjadi pekerja kasar dan budak,memang kalimat saya sedikit kasar.saya bilang budak karena mereka di kirim ke negara lain tanpa ada perlindungan pasti terhadap mereka di negara tersebut.Pemerintah kita hanya senang memperbarui MOU terhadap negara yang menerima pekerja kita bahkan ada di beberapa negara yang tidak mempunyai MOU.MOU itu hanya sebatas perjanjian moral antara kedua negara yang kekuatan hukumnya masih sangat lemah!Seperti Perkataan Prof Dr Kamil Halili Hassan dari Fakultas Hukum Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) "Status MoU di pengadilan Malaysia tidak bisa dijadikan dasar hukum atau menjadi payung hukum bagi perlindungan tenaga kerja Indonesia,MOU itu hanya bagus dari sisi diplomasi saja. MOU tidak punya kekuatan hukum di Malaysia". Lalu hasilnya pun sudah terliihat banyak para rakyat kita yang di perlakukan dengan tidak baik,di pukuli.di sekap.diperkosa.dibunuh,tidak di bayarkan gajinya dan banyak lagi.sejak saya masih smp berita para TKI yang meninggal dan cerita buruk lainya sudah sering saya dengar.dan parahnya lagi pemerintah kita bersikap lemah dan sepertinya tidak berdaya.apa bedanya mereka dengan para priayi jaman penjajahan yang terlihat terhormat tetapi mereka hanya budak pihak asing yang menjual rakyatnya sendiri!

Lalu di dalan negri pun kita tidak kalah sengsaranya.Rakyat kita di suguhi oleh sistem outsourcing atau sistem kontrak kerja.hal ini sangat tidak menguntungkan rakyat,karena mereka yang dikontrak bukanlah pegawai tetap.mereka pun hanya di gaji minimum.Ini sama saja dengan perbudakan.Pemerintah kita seakan menawarkan pekerja-pekerja murah agar investor asing masuk ke indonesia.dan alasan mereka agar jumlah penangguran menurun.tetapi ingat,kalau memang menurun berati itu menurun secara sementara,karena para pekerja tersebut hanya di kontrak dan bisa saja di putuskan kapan saja juga tanpa ada pesangon.

Saya pikir ini sebuah ironi sebuah bangsa yang tak pernah lepas dari perbudakan.di hajar diluar negri dan ditindas di dalam negri.bangsa indonesia masuk ke jaman perbudakan era modern dimana kita hanya menjadi budak di negri yang kaya ini.kita belum pernah menikmati kekayaan alam tanah air ini secara utuh dan untuk kemakmuran rakyat.Selalu pihak asing yang mendapat keuntungan dan kita hanya menjadi penonton.Tan Malaka pernah menulis dalam bukunya Naar de republiek Indonesia "Orang Indonesia tidak dapat lagi ditindas dan digertak selamat tinggal jiwa-jiwa budak dan untuk selama lamanya".Sepertinya itu merupakan angan-angan yang belum tersampai,melihat Indonesia dewasa ini.

Minggu, 11 Juli 2010

saya bingung dengan berbagai realitas yang terjadi di indoenesia.

negara ini dikenal dengan masyarakat yg beragama dan religius tetapi korupsi merajalela di mana-mana.

kita juga dikenal sebagai masyarakat yang ramah

tetapi kekerasan sudah menjadi hal yang lumrah

katanya negara demokrasi tetapi sedikit berkicau langsung di laporkan polisi

memakai pasal fitnah dan mencemarkan nama baik atau juga di pukuli di jalan seperti anjing

katanya juga semboyan kita bhineka tunggal ika,tetapi konflik berlatarkan agama dan suku masih terjadi.

Negara seperti apakah ini?sepertinya bangsa ini benar-benar kehilangan jati dirinya.

Senin, 14 Juni 2010

abnormal

Piala dunia kali ini sepertinya kurang menarik.

tidak semenarik kita saya masih duduk di bangku SD,

tidak semenarik ketika saya SMP,tempat jatuhnya cinta pertama yg tak pernah diutarakan.dan

tidak semenarik ketika saya duduk masih duduk di bangku SMA.

Tidak ada taruhan-taruhan walaupun banyak yg menantang.

ada apa ini?

apa saya sudah terlalu bosan!

bahkan sepak bola tidak bisa membuat saya senang

Kamis, 03 Juni 2010

jawaban


Seminggu lalu saya berdiskusi dengan seorang teman lama di taman menteng,kami berdiskusi tentang banyak hal dari musik melayu yang diremehkan,masalah sudut pandang teman wanita yang melihat pria hanya dengan uangnya sampai pertanyaan kenapa bangsa indonesia tidak pernah maju dan selalu bergejolak.

Dari diskusi kami berdua banyak pertanyaan-pertanyaan di dalam kepala kami Lalu kami berdua mencoba membuat jawaban satu persatu dari diskusi tersebut.pertama kenapa musik melayu di pandang sebelah mata,di bilang musik kampungan bahkan ada yang mengatakan hadirnya band-band melayu adalah suatu kemunduran industri musik dalam negri.Padahal musik melayu adalah hasil dari kebudayaan kita,kenapa itu kita hinakan bukankah harus di dukung agar kedepanya bisa lebih maju.kita lihat j rock di jepang yang sudah di kenal diseluruh dunia, itu adalah hasil perkembangan budaya bangsa jepang yang terus di dukung dan kembangkan sehingga mempunyai ciri khas lain dari musik rock lainya,begitu juga brit pop di inggris yang mempunyai distorsi yang berbeda dari genre pop lain,begitu juga musik melayu di indonesia kenapa kita harus malu dengan musik ini kenapa tidak kita dukung dan kembangkan saja sehingga musik ini bisa dikenal oleh dunia, musik dari indonesia! Mungkin nanti bernama M pop atau I pop,tetapi yang paling penting adalah kita tidak perlu malu atas budaya dan musik kita sendiri, tidak ada satupun budaya di dunia yang superior masing-masing punya kelebihan dan kekuranganya.

Lalu tentang wanita yang melihat harta ketika memilih pasangan.Kami menghormati sudut pandang teman kami tersebut,tetapi jika saya dan teman saya adalah wanita,kami akan lebih menyukai pria yang punya semangat, mau terus belajar,tidak takut untuk maju,ulet dan punya visi yang jelas,walaupun sekarang dia tidak mempunyai apa-apa tetapi dengan pribadi dia yg demikian saya yakin Tuhan akan memberikan jalan untuk kesuksesanya,dan kami sebagai wanita akan menjalankan peran kami dengan menjadi tempat bersandar ketika beban dunia sudah terlalu berat,dan sebagai penopang agar dia tetap tegar menghadapi itu semua.bagi kami hidup terlalu mahal kalau hanya untuk materi.masih ada perjuangan dan kesetiaan.

Terakhir tentang permasalahan bangsa,kami berdua pikir bangsa ini tidak akan maju jika kesadaran hanya ada pada pemerintah dan kita sebagai rakyat hanya sebagai pengkritik saja,Seharusnya sebagai rakyat juga harus sadar akan kewajibanya berbangsa,kita sering mendemo gubernur jakarta karena banjir tidak pernah absen menghampiri jakarta tiap tahunya tetapi banyak dari kita juga masi sering membuang sampah sembarangan yang menjadi penyebab banjir tersebut,lalu kita sangat kesal dengan korupsi dan suap merajalela.tetapi kita masyarakat juga memeliharanya.Seperti menyogok polantas ketika kena tilang karena menerobos lampu merah atau meminta joki untuk mengurus sim ketika sim kita di tahan dan juga kita ramai-ramai menyuarakan anti pembajakan tetapi kita pun sering membeli dvd bajakan.seandainya kesadaran-kesadaran akan kewajiban timbul dari pemerintah dan rakyat saya yakin negara ini akan menjadi lebih maju dan beradab.

Minggu, 16 Mei 2010

cantik

iklan kecantikan makin menjadi,semua mengidolakan kulit putih,semua ingin mempunyai rambut lurus,semua ingin tubuh kurus agar terlihat cantik.pertanyaanya,apakah definisi kecantikan dari hal-hal tersebut?saya rasa tidak.kecantikan tidak bisa diukur hanya dengan warna kulit,jenis rambut maupun berat tubuh.
Sering kita lihat iklan kecantikan selalu mempropogandakan kecantikan versi mereka,yang menurut saya sangat rasis,mereka mengajak perempuan indonesia untuk menjadi putih.padahal bangsa kita bukan bangsa berkulit putih seperti bangsa barat,mereka mengajak perempuan indonesia untuk mempunyai rambut lurus,lalu bagaimana dengan orang ygberambut ikal atau keriting,apa mereka tidak cantik.

Kita sudah terprovokasi oleh kecantikan versi tv yang berorientasi kepada kecantikan bangsa barat,kenapa kita tidak mau menampilkan kecantikan versi bangsa kita sendiri.mungkin kita terlalu banyak menonton film barat.stasiun televisi di indonesia pun sekarang banyak di dominasi artis bertampang ke bule bule an,kontes kecantikan yang dimenangi kontestan yg juga kebule-bule an,juga dengan logat kebule-bulean.

Itu adalah akibat mindset pikiran kita yang sudah dipengaruhi kecantikan-kecantikan versi tv.kenapa kita tidak mengeksplorasi kecantikan alami bangsa ini,yg sangat beragam
ini,kecantikan orang timur dengan kehalusanya.

Saya pikir iklan-iklan kecantikan yg ada saat ini sangat tidak cocok di tayangkan di indonesia,saya pernah melihat satu iklan kecantikan yg salah satu adeganya menyatakan bahwa CANTIK YA PUTIH!pernyataan yang sangat rasis,dan mendiskreditkan bahwa wanita indonesia tidak cantik,krn kita bukan bangsa kulit putih,iklan tersebut hanya satu dari iklan-iklan kecantikan yang ada di indonesia yg sekali lg menurut saya sangat rasis!

Minggu, 18 April 2010

Doa

Bagi orang-orang yang mempunyai agama,pasti dalam kehidupanya tidak lepas dari doa,begitupun dengan saya.kita selalu berdoa kepada tuhan untuk mendapatkan segala sesuatu yg kita inginkan.Memang tidak semua doa kita di kabulkan olehnya,tetapi ketika berdoa saya merasakan bahwa tuhan pasti akan menolong saya itu membuat saya tenang dan tidak takut pada apapun.Saya pun yakin Tuhan akan menolong saya,walaupun saya bukan umat terbaiknya.

Dalam kehidupan saya rasa Tuhan telah banyak menolong saya,ya mungkin karena saya berdoa kepadanya,meminta untuk bisa lulus SMA,meminta agar bisa masuk PTN dan berdoa untuk di beri petunjuk ketika saya memutuskan untuk pindah kuliah.dan banyak doa-doa yang lain yg saya minta kepadanya.

Tetapi saya kagum dengan orang yg menyatakan dirinya ateis.Mereka hidup tanpa bantuan tuhan,mereka mencapai yg mereka inginkan tanpa meminta kepada tuhan terlebih dulu.mereka tidak pernah berdoa,tetapi mereka bisa menjalankan kehidupan mereka dengan baik.Mereka bisa menghadapi dunia ini tanpa meminta pertolongan kepada Tuhan.Berbeda sekali dengan saya yg sebentar-sebentar meminta Tolong kepada Tuhan melalui doa.







Jumat, 09 April 2010

materi

Kenapa kita menghargai materi,kenapa kita menghormati orang hanya berdasarkan materi apa kita tidak terbiasa menghargai dan menghormati orang dengan tulus tanpa melihat materi.Apa ini yg diajarkan ibu bapak guru kita di sekolah,saya pikir tidak.Sekolah tentu mengajarkan sebaliknya.tetapi kenapa kita tetap menghargai orang hanya dengan materi.

Menghargai orang hanya dengan materi memang tidak pernah di ajarkan di sekolah manapun,tetapi budaya dan kebiasaan yg membentuk karakter seperti itu,sepertinya budaya feodalisme masih sangat kental dlm masyarakat yg hanya menghormati seseorang hanya dengan jabatan dan materi yg mereka miliki.saya sering tertawa dengan kelakuan satpam komplek rumah saya,ketika saya mengendarai mobil orang tua saya dan melewati gerbang mereka dengan sigap berdiri dan langsung memberikan hormat,tetapi ketika saya naik motor dan melewati gerbang mereka hanya melihat saya dengan acuh,walalupun saya sudah melemparkan senyum kepada mereka. ahTernyata mereka hanya menghormati mobil orang tua saya.Ini memang sering terjadi orang yg mempunyai uang pasti akan di hormati lebih baik di bandingkan orang yg tidak memiliki materi.

Seperti teman saya dia sering direndahkan dan di hina dengan kata-kata alay hanya karena dia tidak memakai pakaian yang bagus dan mahal,dia memang tidak seberuntung orang lain yang bisa membeli pakaian yang mahal,tetapi apa pantas dia di hina? hanya dari materinya.apakah semua orang yang berpakaian mahal lebih baik dari yang tidak.mana yang lebih baik orang berjas tetapi korupsi dibanding orang yang hanya bekaos tetapi jujur?saya pilih yang ke dua,tetapi dalam kenyataanya pasti orang yang korupsi itulah yang lebih di hormati dan di hargai orang lain karena dia mempunyai materi yang lebih banyak. Saya pun tidak heran jika masyarakat kita di katakan konsumtif.Karena ingin di hormati orang lain maka mereka berlomba-lomba untuk menaikan status sosial mereka dengan materi,seperti membeli hp terbaru walaupun harus utang sana sini,atau menggunakan behel padahal gigi nya sangat bagus.yah itu semata-mata hanya ingin di hormati dan dihargai orang lain.

Kenapa kita harus seperti ini.kenapa kita tidak bisa menghargai orang lain tidak dengan materi,kenapa kita tidak menghargai orang lain karena karya nya.pemikiranya,gagasanya dan sifatnya.sampai kapan budaya ini terus kita pertahankan.kita harus mulai sekarang,mulai menghargai orang tidak dengan materi.setidaknya hormati dia sebagai manusia jg cukup.