Kamis, 24 Desember 2009

solidaritas

Solidaritas..ya, kata yang menjadi budaya masyarakat indonesia sejak zaman sebelum kemerdekaan.saya teringat ketika baru masuk smp,saya harus melewati tahap pengenalan sekolah atau yang lebih dikenal mos atau ospek,kegiatan ini dibimbing oleh para senior di smp saya mereka dengan otoriter menyuruh para murid baru berdandan yang aneh,membawa barang barang yang ribet dan ketika salah satu dari kami tidak memenuhi apa yang disuruhkan maka mereka dengan membabi buta memarahi kami yang wanita di omeli oleh senior wanita yang pasti yang paling sial ya para murid baru pria seperti saya,karena harus di hukum oleh senior pria pula kami di suruh push up,di jemur dan di hardik.Itu berlangsung selama 3 hari masa pengenalan sekolah,saya berfikir apa gunanya hal ini semua?? Memasuki hari ke 3 ketua panitia ospek memberikan pengarahan kepada kami karena besoknya adalah hari pertama kami belajar intensif di smp ini.Ketika itu teman saya ada yang bertanya,apa gunanya kami di marahi di suruh bawa yang aneh2 dll,sang ketua pun menjawab enteng..ini untuk menumbuhkan rasa solidaritas kalian sesama angkatan baru dan hal ini pun terus berlanjut hingga sma dan perguruan tinggi.Ketika sma rasa solidaritas smakin meninggi hingga membuat tawuran pelajar gara-gara hal yang sepele nyawa remaja bisa hilang dan ketika kuliah mahasiswa turun ke jalan tanpa tau apa yang di perjuangkan mereka hanya menunjukan solidaritasnya saja ketika melihat temanya turun kejalan,tidak tahu apa yang diperjuangkan itu benar atau salah.Itulah fenomena di indonesia kini,rasa solidaritas kadang membuat kita tidak peduli apakah teman kita benar atau salah.yang pasti kita hanya berfikiran teman saya benar dan lawanya pasti yang salah.Budaya solidaritas memang sudah mengakar di indonesia ini juga terliahat di dalam pemerintahan kita.Dia dipilih menjadi menteri hanya karena dekat dengan presiden,atau teman tk nya pak presiden kadang mereka2 yang menjabat posisi2 penting di pemerintahan atau bumn hanya di pilih berdasarkan azas solidaritas saja,saya teringat kata seorang filsuf '' Rasa hormat kita terhadap seseorang jangan sampai mengurangi rasa hormat kita terhadap kebenaran'' inilah yang harus di ajar kan oleh korps pendidik di indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar